IWIP Wujudkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Ke mana Perginya Sampah Domestik IWIP Setiap Hari?

- Penulis

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Proses pengolahan sampah (Istimewa)

Proses pengolahan sampah (Istimewa)

Terasmu.id – Pengelolaan sampah domestik di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menjadi tantangan yang semakin kompleks, seiring meningkatnya aktivitas dan jumlah tenaga kerja.

Berdasarkan kondisi tersebut, pengelolaan sampah di IWIP dilakukan secara terpadu untuk memastikan limbah yang dihasilkan tidak berdampak negatif terhadap lingkungan.

Hingga tahun 2025, IWIP memiliki lebih dari 80.000 karyawan aktif. Dengan jumlah tersebut, potensi timbulan sampah domestik menjadi sangat besar. Setiap harinya, puluhan ton sampah domestik dikirim ke fasilitas pengelolaan limbah domestik.

Tak hanya fokus di kawasan industri, IWIP juga mendukung upaya pengelolaan sampah di tiga desa (Desa Lelilef Sawai, Lelilef Waibulan dan Gemaf) yang berdekatan dengan wilayah operasional perusahaan. Dukungan yang diberikan antara lain adalah pengangkutan sampah di desa-desa secara rutin, dari dua Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Lelilef dan Gemaf.

Selanjutnya, sebagai bagian dari komitmen IWIP dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, kawasan industri IWIP telah menerapkan sistem pemilahan sampah sejak September 2020.

General Manager HSE PT IWIP, Iwan Kurniawan menjelaskan bahwa upaya tersebut diperkuat dengan pembangunan fasilitas pengolahan sampah domestik terpadu pada tahun 2023 yang memiliki luas sekitar 6.000 m² dan dilengkapi dengan berbagai sarana pengolahan modern seperti insinerator, Refused Derived Fuel (RDF), termasuk komposter sampah organik.

Baca Juga :  Yayasan Nasab Salurkan 15 Ekor Sapi Kurban ke 15 Masjid di Ternate

Sampah yang masuk ke fasilitas tersebut terlebih dahulu melalui proses pemilahan untuk memisahkan material yang masih memiliki nilai guna. Sampah organik diolah menjadi kompos, sedangkan material yang masih memiliki nilai ekonomi dipisahkan untuk didaur ulang.

Adapun sampah domestik yang memiliki nilai kalor diolah menjadi bahan bakar alternatif melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) RDF. Sementara, sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali, diolah melalui proses insinerasi.

Insinerasi merupakan salah satu metode pengelolaan sampah yang efektif untuk mengolah sampah padat, yang mudah terbakar dan tidak dapat didaur ulang. Proses pengolahan diawali dengan penerimaan sampah dari kendaraan pengangkut, yang kemudian dituangkan ke area penerimaan dan pemilahan.

Sampah selanjutnya dipisahkan berdasarkan ukuran, kemudian dilakukan pemilahan manual oleh operator untuk memisahkan material yang tidak diperbolehkan masuk ke dalam insinerator, seperti PVC, aluminium foil, logam, serta material lain yang masih berpotensi untuk didaur ulang atau dimanfaatkan kembali.

Sampah residu yang telah melalui proses pemilahan kemudian diangkut menggunakan sistem konveyor, menuju area penyimpanan sementara sebelum dimasukkan ke ruang bakar insinerator.

Beda halnya dengan proses insinerasi, sampah yang diolah melalui fasilitas TPST RDF dinilai lebih efektif dan ramah lingkungan. Melalui teknologi ini, hasil olahan sampah berpotensi digunakan sebagai bahan bakar alternatif pada sistem pembakaran boiler atau PLTU.

Baca Juga :  Kapolda Maluku Utara Berganti, Jajaran Diharapkan Solid

Dalam prosesnya, sampah dipilah terlebih dahulu dari bahan yang tidak bisa dibakar seperti kaca dan logam. Selanjutnya, memasuki tahapan pencacahan pertama dan pencacahan kedua agar menjadi ukuran yang seragam dan mudah dibakar. Setelah itu, dilakukan pengeringan guna menurunkan kadar air dalam sampah sebelum akhirnya disimpan pada penyimpanan sementara RDF.

Hasil akhir dari proses ini berbentuk serpihan atau pelet kering yang memiliki nilai kalor setara batu bara, sehingga sering dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti (co-firing) untuk industri seperti PLTU.

Pada akhirnya, melalui penerapan sistem pengelolaan yang terintegrasi, mulai dari pemilahan, daur ulang, hingga insinerasi, IWIP terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang efektif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Upaya ini tidak hanya mendukung penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3Rs), tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna menciptakan lingkungan kerja dan kawasan industri yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*)

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel terasmu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix
Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:09 WIT

IWIP Wujudkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:10 WIT

Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Selasa, 28 Maret 2023 - 22:58 WIT

Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit

Berita Terbaru

Dok: IESPA Maluku Utara (Tim)

Ternate

Ketum IESPA dan Para Pro Player Esport Bakal ke Ternate

Senin, 13 Jul 2026 - 23:40 WIT

Rakor dipimpin Bupati Haltim, Ubaid Yakub (Istimewa)

Haltim

Bupati Haltim Pimpin Rakor Penanganan Banjir di 2 Desa

Rabu, 8 Jul 2026 - 16:36 WIT

Proses pengolahan sampah (Istimewa)

Halteng

IWIP Wujudkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Kamis, 2 Jul 2026 - 21:09 WIT