19 Luka di Tubuh Ali Daud, Polisi Bantah Pembunuhan Dilakukan Warga Sibenpopo

Jumat, 25 September 2026 - 12:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi pers Polda Maluku Utara mengenai kasus dugaan pembunuhan Ali Daud di Halteng (Istimewa)

Konferensi pers Polda Maluku Utara mengenai kasus dugaan pembunuhan Ali Daud di Halteng (Istimewa)

Terasmu.id – Sedikitnya 19 luka akibat kekerasan benda tajam ditemukan pada tubuh Ali Daud, warga Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah, yang ditemukan meninggal dunia di kawasan hutan Desa Bobane Jaya pada 2 April 2026.

Temuan hasil autopsi itu menjadi salah satu petunjuk penting yang didalami Polda Maluku Utara dalam mengungkap kasus tersebut. Dari rangkaian penyelidikan, polisi menyatakan tidak menemukan fakta hukum maupun alat bukti yang mendukung dugaan bahwa Ali Daud, dibunuh oleh masyarakat Desa Sibenpopo.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Maluku Utara mengungkapkan, 19 luka tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah organ vital korban. Temuan itu kemudian dianalisis bersama berbagai bukti lain, yang diperoleh penyidik dari lokasi kejadian.

Di sekitar tempat korban ditemukan, polisi mendapati buah pala berserakan. Namun, parang milik Ali Daud justru tidak ditemukan.

Penyidik juga menemukan jejak kaki dalam radius sekitar dua kilometer yang mengarah ke kawasan hutan. Di jalur tersebut ditemukan sebuah bivak dari batang kayu dan dedaunan serta batang anak panah tradisional.

Baca Juga :  Eks Bupati Taliabu Kembali Diperiksa Terkait Proyek ISDA Rp17,5 Miliar

Rangkaian temuan itu diperkuat dengan penyelidikan yang melibatkan berbagai metode, termasuk olah tempat kejadian perkara secara berulang, pemeriksaan terhadap 33 saksi, pemeriksaan forensik dan autopsi, analisis teknologi informasi, penelusuran citra satelit bersama BRIN, hingga penjejakan lapangan oleh tim penjejak Korps Brimob Polri.

Polisi juga menggunakan pendekatan intelijen antropologis untuk mendalami pola aktivitas dan karakteristik kelompok, yang kemungkinan berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Dari keseluruhan hasil penyidikan, polisi memperoleh gambaran mengenai karakteristik pelaku yang dinilai memiliki kemampuan mobilitas tinggi, mampu bertahan hidup di kawasan hutan, menggunakan senjata tradisional, serta memiliki kemampuan menghindari deteksi dan penelusuran dari pihak luar.

Karakteristik tersebut, menurut penyidik, memiliki kesesuaian dengan sejumlah temuan di lapangan, termasuk pola kekerasan terhadap korban, hilangnya parang milik korban, jejak kaki menuju kawasan hutan, keberadaan bivak, serta ditemukannya batang anak panah tradisional.

Sementara itu, polisi tidak menemukan indikasi bahwa hasil kebun menjadi sasaran utama dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga :  Dua Tersangka Konflik Patani Barat Serahkan Diri, Tinggal Satu Diburu Polisi

“Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan serta analisis terhadap fakta hukum dan alat bukti yang diperoleh, tidak mendukung dugaan bahwa pembunuhan Ali Daud dilakukan oleh masyarakat Desa Sibenpopo,” tegas Dirreskrimum Polda Maluku Utara.

Polda Maluku Utara menegaskan kesimpulan tersebut diambil berdasarkan fakta hasil penyidikan, alat bukti, analisis ilmiah, dan keterangan para ahli.

Dengan demikian, polisi menyatakan kasus kematian Ali Daud tidak dapat serta-merta dikaitkan dengan masyarakat Desa Sibenpopo. Penyidik masih mendalami seluruh petunjuk untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab, berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Polda Maluku Utara juga mengimbau masyarakat tidak membangun stigma, maupun melakukan generalisasi terhadap kelompok tertentu.

Polisi memastikan penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap kasus tersebut hingga menemukan titik terang.

Masyarakat yang memiliki informasi, petunjuk, atau bukti pendukung terkait kematian Ali Daud diminta segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian, untuk membantu proses pengungkapan perkara. (*)

Follow WhatsApp Channel terasmu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan KDRT, Ibu Bhayangkari di Tidore Laporkan Suami ke Propam
Eks Bupati Taliabu Kembali Diperiksa Terkait Proyek ISDA Rp17,5 Miliar
Korban Zahra Berkah di Halsel Laporkan Kerugian Rp2 Miliar, Polisi Diminta Usut Tuntas
Dua Tersangka Konflik Patani Barat Serahkan Diri, Tinggal Satu Diburu Polisi
Diduga Rudapaksa Dua Anak Tiri, Pria di Halsel Ditetapkan sebagai Tersangka
Pukul Pelaku Persetubuhan Keponakannya, Yusup dkk Kini Didakwa Penganiayaan
Bentrokan Warga Banemo dan Brimob Pecah, Dipicu Penangkapan Lima Warga
Diduga Tipu Member, Salah Satu Leader Zahra Berkah Dilaporkan ke Polisi
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:21 WIT

Dugaan KDRT, Ibu Bhayangkari di Tidore Laporkan Suami ke Propam

Selasa, 29 September 2026 - 18:23 WIT

Eks Bupati Taliabu Kembali Diperiksa Terkait Proyek ISDA Rp17,5 Miliar

Selasa, 29 September 2026 - 13:40 WIT

Korban Zahra Berkah di Halsel Laporkan Kerugian Rp2 Miliar, Polisi Diminta Usut Tuntas

Senin, 28 September 2026 - 17:28 WIT

Dua Tersangka Konflik Patani Barat Serahkan Diri, Tinggal Satu Diburu Polisi

Senin, 28 September 2026 - 15:12 WIT

Diduga Rudapaksa Dua Anak Tiri, Pria di Halsel Ditetapkan sebagai Tersangka

Berita Terbaru

Ilustrasi (Istimewa)

Kriminal

Dugaan KDRT, Ibu Bhayangkari di Tidore Laporkan Suami ke Propam

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:21 WIT