Dari Benteng ke Benteng, Pemkot Ternate Gandeng Harita Nickel Dorong Sport Tourism Berbasis Warisan Budaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:14 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan pelari di ajang Fort to Fort Nusantara Jaya (Istimewa)

Ratusan pelari di ajang Fort to Fort Nusantara Jaya (Istimewa)

Terasmu.id – Fort to Fort Nusantara Raya Run 2026 yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate bekerjasama dengan Harita Nickel, sukses dilakukan pada Sabtu (29/8/2026) pagi.

Fort to Fort Nusantara Raya Run 2026 adalah sebagai bagian dari upaya mendorong pariwisata berbasis warisan sejarah dan budaya di Kota Ternate.

Ajang trail run kategori 5K dan 10K ini, merupakan rangkaian Rakernas XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang diikuti sekitar 900 pelari dari berbagai wilayah Indonesia.

Fort to Fort Nusantara Raya Run dirancang tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai cara untuk memperkenalkan kekayaan sejarah Ternate. Para peserta melewati sejumlah benteng peninggalan sejarah, di antaranya Benteng Kalamata, Benteng Oranje, dan Benteng Toloko.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menyatakan olahraga lari kini menjadi tren gaya hidup yang semakin diminati masyarakat Ternate. Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pemkot Ternate menetapkan Fort to Fort Run sebagai bagian dari kalender kegiatan pariwisata tahunan daerah.

“Fort to Fort Run kami tetapkan sebagai kalender kegiatan tahunan Kota Ternate. Kami berharap ajang sport tourism ini terus mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan destinasi wisata sejarah Ternate ke tingkat nasional maupun internasional,” ujar Tauhid.

Ketua Panitia Rakernas XII JKPI yang juga Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Fort to Fort Run menjadi salah satu cara memperkenalkan Ternate sebagai kota pusaka kepada peserta dari berbagai daerah.

“Dari 900 runners yang berpartisipasi, hampir separuhnya berasal dari luar Ternate, termasuk jajaran kepala daerah seperti Wali Kota Surakarta, Wali Kota Probolinggo, hingga Sekda Blitar. Ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan warisan budaya Ternate kepada lebih banyak orang,” ungkap Rizal.

Baca Juga :  PLN Nusa Daya UP Malut Gelar Apel Siaga Kelistrikan

Rizal menilai keterlibatan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, penting untuk memperluas ruang bagi inisiatif pariwisata dan kebudayaan di daerah.

“Pengembangan pariwisata dan kebudayaan perlu kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Kami mengapresiasi Harita Nickel yang telah menjadi bagian dari penyelenggaraan Fort to Fort Run sekaligus mendukung upaya kami memperkenalkan warisan sejarah dan budaya Ternate melalui sport tourism,” imbuhnya.

Executive Vice President External Relations Harita Nickel, Latif Supriadi, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam Fort to Fort Run merupakan bagian dari dukungan Harita Nickel terhadap berbagai inisiatif yang tumbuh di Maluku Utara, khususnya yang berkaitan dengan pariwisata dan warisan budaya.

“Bagi Harita Nickel, Maluku Utara adalah rumah. Karena itu, ketika ada inisiatif yang mengajak masyarakat untuk mengenal dan merawat kekayaan sejarah serta budaya daerah ini, kami ingin menjadi bagian di dalamnya. Fort to Fort Run menunjukkan bagaimana olahraga dapat menjadi cara untuk membawa orang lebih dekat dengan sejarah dan karakter sebuah daerah,” kata Latif.

Menurut Latif, Fort to Fort Run juga memberikan pembelajaran mengenai bagaimana potensi daerah dapat diangkat melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat dan menghubungkan olahraga dengan pengalaman wisata.

“Kegiatan seperti Fort to Fort Run menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang untuk mengangkat potensi daerah sekaligus membuka keterlibatan masyarakat. Pendekatan serupa juga dapat dikembangkan di wilayah lingkar operasional kami di Pulau Obi dengan menyesuaikannya pada karakter dan potensi setempat,” pungkasnya.

Baca Juga :  Usai Kasus Zahra Berkah, Dugaan Investasi “by MK” Rp497,5 Juta Diadukan ke OJK Malut

Ia menilai pendekatan tersebut tidak harus menghasilkan kegiatan yang sama, karena setiap wilayah memiliki kekuatan dan ceritanya sendiri.

“Di Ternate, kekuatan itu salah satunya ada pada sejarah dan warisan budayanya. Di Obi, kami melihat kekuatan yang berbeda, seperti kekayaan pesisir, perairan, dan kehidupan masyarakatnya. Yang penting adalah bagaimana potensi tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan apa yang mereka butuhkan dan inginkan, ikut menentukan bentuk kegiatannya, serta mengambil bagian secara bermakna dalam membangun daerahnya,” tambah Latif.

Salah satu contoh kegiatan yang telah berjalan di wilayah operasional Harita Nickel di Pulau Obi adalah Obi Fishing Tournament yang telah berjalan sejak 2022. Kegiatan tersebut mempertemukan masyarakat di Desa Kawasi dan Soligi, serta karyawan Harita Nickel melalui kegiatan olahraga dan rekreasi berbasis potensi perairan setempat.

“Kami berharap Obi Fishing Tournament dapat kembali diselenggarakan dalam waktu dekat dan terus memberi ruang bagi masyarakat untuk terlibat. Bagi kami, kegiatan seperti ini bukan hanya tentang penyelenggaraannya, tetapi tentang bagaimana masyarakat dapat ikut mengambil peran, menunjukkan potensi daerahnya, dan menjadi bagian dari proses membangun daerah,” harapnya.

Ia menambahkan, kegiatan serupa dapat disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing daerah.

“Ternate punya sejarah dan warisan budayanya, sementara Obi memiliki potensi pariwisata berbasis pesisir, dan kehidupan serta budaya masyarakatnya. Kami ingin mendukung ruang yang memungkinkan potensi tersebut dikenal dan tumbuh bersama masyarakat Maluku Utara,” tutup Latif. (*)

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel terasmu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PERHAPI Siapkan TPT XXXV di Ternate, 500 Peserta dari Seluruh Indonesia Bakal Hadir
Eks Bupati Taliabu Kembali Diperiksa Terkait Proyek ISDA Rp17,5 Miliar
19 Kepala Sekolah di Ternate Dicopot, Dinas Pendidikan Benahi Status di Dapodik
154 Aduan Keuangan Ilegal Masuk OJK Malut, Generasi Muda Diminta Jangan Terjebak
Pukul Pelaku Persetubuhan Keponakannya, Yusup dkk Kini Didakwa Penganiayaan
Usai Kasus Zahra Berkah, Dugaan Investasi “by MK” Rp497,5 Juta Diadukan ke OJK Malut
Diduga Tipu Member, Salah Satu Leader Zahra Berkah Dilaporkan ke Polisi
Kampus Yantek PLN Nusa Daya di Ternate Perkuat Kompetensi dan Budaya Pelayanan Petugas Yantek
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:00 WIT

PERHAPI Siapkan TPT XXXV di Ternate, 500 Peserta dari Seluruh Indonesia Bakal Hadir

Selasa, 29 September 2026 - 18:23 WIT

Eks Bupati Taliabu Kembali Diperiksa Terkait Proyek ISDA Rp17,5 Miliar

Senin, 28 September 2026 - 14:54 WIT

154 Aduan Keuangan Ilegal Masuk OJK Malut, Generasi Muda Diminta Jangan Terjebak

Jumat, 25 September 2026 - 20:14 WIT

Pukul Pelaku Persetubuhan Keponakannya, Yusup dkk Kini Didakwa Penganiayaan

Kamis, 24 September 2026 - 18:42 WIT

Usai Kasus Zahra Berkah, Dugaan Investasi “by MK” Rp497,5 Juta Diadukan ke OJK Malut

Berita Terbaru

Ilustrasi (Istimewa)

Kriminal

Dugaan KDRT, Ibu Bhayangkari di Tidore Laporkan Suami ke Propam

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:21 WIT